Senin, 22 Juni 2015
PPDB ONELINE
Sudah sekitar tiga tahun terakhir ini calon siswa baru tingkat SMP maupun SMA dapat melihat hasil pemeringkatan seleksinya di internet.Tentu sangat membanggakan dilihat dari dari kemajuan sebuah teknologi.Namun belum semua sekolah dapat menayangkan hasil seleksinya secara one line. Oleh sebab itu MKKS Kabupaten Purworejo setiap tahun mengawalinya dengan melatih operator tiap sekolah.
Sekolah yang sudah maju (baca:RSBI) sudah bisa membuka pendaftaran lewat one line. Walaupun masih banyak terkendala dengan teknisnya, misal calon siswa tetap harus datang lagi ke sekolah yang dituju.
Demikian juga calon siswa belum semua mau memantau lewat website,lebih yakin melihat langsung di papan pengumuman yang dipajang .Lalu apa manfaatnya sistem PPDB online ini ?
(APA TANGGAPAN ANDA ?)
Minggu, 29 Juli 2012
Dasar Menjadi Peserta UKG
.......................
Pasal 4
..........................
(dikutip dari Permendikbud no 57 tahun 2012)
Sisi Positif UKG Online
Sebagaimana dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, bahwa uji kompetensi guru digunakan sebagai pemetaan untuk peningkatan kemampuan dan perbaikan kualitas pendidikan. Tidak ada hubungannya dengan tunjangan profesi yang telah diterima para guru. "Uji kompetensi guru merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi dan kualitas pendidikan. Dan meningkatkan kualitas pendidikan merupakan amanat undang-undang." kata Menteri Nuh usai memberi kuliah utama kepada mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung, Sabtu (28/07), di Bandung(http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/534). Untuk itu, Mendikbud meminta agar semua pihak tidak memperumit proses ujian ini. “UKG ini dasarnya ada di peraturan menteri. Hal-hal yang sudah gamblang, tidak perlu diperdebatkan lagi!,” tegasnya. Demikian lanjut berita di kemdikbud tersebut.
Membaca kebijakan sebagaimana berita tersebut patutlah kita sebagai guru mengambil sikap arif untuk mendukung apa yang telah diprogramkan yaitu mengikuti uji kompetensi guru (UKG) sesuai jadwal yang telah diedarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten masing-masing. Peran yang tak kalah penting dari UKG adalah sebagai sarana evaluasi diri, UKG jangan dijadikan beban psikologis apalagi beban mental manakala tidak lulus.
Pandangan yang menyatakan bahwa sebagian besar guru yang tersertifikasi adalah guru senior dimana dalam melaksanakan tugas lebih menekankan aspek praktis daripada aspek teoritis, dan soal-soal UKG lebih cenderung bersifat teoritis hanyalah melemahkan semangat.
Sudah selayaknya sebagai guru senior tersertifikasi untuk berfikir positif dan senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan IPTEK. Pelaskanakan UKG secara online merupakan sisi positif perkembangan IPTEK. Karena dengan UKG kita sebagai guru dapat semakin menjauhkan diri dari dunia Gaptek (gagap teknologi) dan dapat semakin mengakrabkan diri dengan teknologi informasi khsususnya internet.
Rabu, 25 Januari 2012
Kisi-Kisi UN 2012 Bahasa Indonesia SMP
Senin, 12 Desember 2011
Seminar Nasional “Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Bagi Guru”
Kegiatan PKB dikembangkan atas dasar profil kinerja guru sebagai perwujudan hasil Penilaian Kinerja Guru yang didukung dengan hasil evaluasi diri. Sesuai amanat Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, PKB diakui sebagai salah satu unsur utama setelah kegiatan pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan dengan fungsi sekolah yang diberikan angka kredit untuk pengembangan karier guru khususnya dalam kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. PKB adalah unsur utama yang kegiatannya juga diberikan angka kredit untuk pengembangan karier guru yang profesional dan PKB mencakup tiga hal; yaitu pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Selain PKB masih banyak pendekatan untuk meningkatkan karier dan kualitas pendidik misalnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK), lesson study, dll.
E. TEMPAT DAN WAKTU 1. Tempat : Auditorium Muhammad Djasman Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta, Kartosuro. 2. Waktu : Sabtu 31 Desember 2011

Kamis, 01 Desember 2011
Menyongsong UN 2012
Rabu, 29 Juni 2011
Memetik Manfaat Penyuluhan
Penyuluhan, apapun materinya kadang menjadi momentum yang terabaikan di kalangan pesertanya. Betapa tidak, lingkup materi yang pada umumnya merupakan sosialisasi baik itu tentang program, jasa, atau barang sekalipun, kadang menjadi kurang menarik. Apalagi jika yang disosialisasikan merupakan hal yang sudah biasa berlangsung atau bertemu dalam kehidupan sehari-hari, jelas menjadi momentum 'basi'.
Beberapa hari yang lalu saya mengikuti penyuluhan bahasa Indonesia. Target penyuluhan tersebut adalah sosialisasi undang-undang kebahasaan dan sosialisasi uji kemampuan berbahasa Indonesia. Baik materi pertama maupun materi kedua terasa biasa-biasa saja. Meskipun sebenarnya materi pertama maupun kedua merupakan hal baru di kalangan peserta, akan tetapi tetap saja terkesan biasa-biasa saja.
Terlebih lagi kegiatan itu berlangsung tidak hanya sehari, maka manakala pihak penyampai tidak bersiap sejak dini, akanlah menjadi momentum yang membosankan.
Beruntunglah para penceramah benar-benar ramah, bahkan dapat menyampaikan dengan cukup baik, sehingga kegiatan yang diperkirakan akan menghadirkan rasa kantuk di kalangan peserta, ternyata di luar dugaan dapat menjadi momentum yang menggairahkan.
Meskipun demikian salah seorang rekan yang duduk di samping saya berbisik-bisik menyampaikan dua kata yang diperoleh dalam dua hari, yaitu kata SEMENJANA dan kata PELANTANG. Dua kata tersebut diucapkan oleh dua penceramah dalam hari yang berbeda. Ternyata teman saya tersebut mencermati kata-kata yang diucapkan oleh penceramah. Ketika ditanyakan arti kata tersebut kepada diri saya, saya pun gelagapan dan geleng kepala. Malu juga sebagai guru Bahasa Indonesia kok tidak langsung menjawab.
Dalam kesempatan ini perkenankan saya menuliskan arti kedua kata tersebut berdasarkan hasil surfing saya pada kamus online : www.KamusBahasaIndonesia.org Terus terang agar mengurangi 'rasa malu' diri saya atas ketidakberdayaan menjawab pertanyaan teman sebangku saya itu. Atau barangkali juga ada orang lain yang membutuhkan.
1. semenjana : se.men.ja.na
[a] menengah; sedang
2. pelantang : Maaf, kata pelantang tidak ada dalam kamus!
Berdasarkan surfing di www.KamusBahasaIndonesia.org tersebut, kata semenjana terjawab dengan cepat, tetapi untuk kata pelantang tidak terjawab.
Menurut penutur kata 'pelantang' waktu itu adalah kata yang aseli bahasa Indonesia sebagaimana biasa digantikan dengan istilah 'mic' (microphone). Berterima atau tidaknya istilah 'pelantang' ini tentu tergantung pada konsistensi para pengguna bahasa Indonesia. Bagaimana dengan Anda. Apakah menggunakan kata 'mic' (microphone) dari bahasa asing lebih efektif, atau akan menggunakan kata 'pelantang' untuk menunjukkan bagian dari alat pengeras suara tersebut?
Senin, 27 Juni 2011
TUJUH HUKUM BESI DALAM MENULIS KARYA ILMIAH
(Resensi Buku)
Judul Buku : Cerdas Menulis Karya Ilmiah
Nama Penulis : Dr. Sudaryanto
Penerbit : Program Pascasarjana Universitas Widya Dharma Klaten bekerja sama dengan Yayasan Ekalawya
Tahun terbit : 2011
Edisi/Cetakan : Edisi Kedua Cetakan pertama, Mei 2011
Tebal Buku : 96 halaman
Ukuran buku : 21 Cm
Total Wacana : 16
Dalam kategori SeKaR (Seri Karya Ramping)
***
Awalnya saya tidak menyangka bahwa saya akan dipertemukan dengan “Eyang Guru” –[Yang oleh sejawatnya dijuluki “Peneroka Hakikat Bahasa” dan yang di-PERSONA-kan di harian Kompas (halaman 23), Minggu, 20 Desember 2009, sebagai “Akar Budi Baik”], beliau adalah Dr. Sudaryanto, seorang ilmuwan bahasa.
***
Sungguh pertemuan yang menyejukkan hati dan membukakan pikiran saya untuk meneladani kepiawaiannya dalam mengucapkan, membaca, dan menuliskan tanda-tanda kehidupan. Ingin rasanya diri saya menjadi ikon yang ikonik untuk beliau. Telah dua semester mengikuti kuliah semiotik dari beliau, saya menjadi sosok yang istimewa. Istimewanya terutama karena hanya diri saya yang mengikuti kuliah tentang ilmu tanda dalam dua semester (yang lain satu semester selesai). Ya, beginilah saya yang kadang risih dipanggil oleh rekan-rekan sebagai mahasiswa “tunggakan”. Meskipun demikian saya merasa sangat beruntung dengan kondisi ‘nunggak’ ini, karena dapat memperoleh lebih banyak tanda-tanda yang ikonik dari Dr. Sudaryanto yang juga penulis buku berjudul CERDAS MENULIS KARYA ILMIAH ini.
***
Ketika saya dihadiahi buku ini di ruang kuliah Pascasarjana Unwidha Klaten saya langsung minta tanda tangan, akan tetapi beliau menolak tanda tangan yang bagi saya sebagai Ikon Verbal Subjenis Estetik Literer. Saya takut jangan-jangan saya dianggap membuat Hadiran Interpretasi Apresiatif oleh beliau, dan saya merasa malu di hadapan Kelas E (Kampus). Rasa malu inilah yang mendorong saya untuk membaca dengan cermat dan tuntas buku ini untuk akhirnya kelak saya minta tanda tangan Grafemik Metamorgrafis beliau. Semoga dengan resensi ini beliau memaafkan diri saya dan berkenan memasukkan saya ke kelas berikutnya.
***
Wacana ke-1 Tulis! Tulis! Sekali lagi. Tulis! seterusnya sampai Wacana ke-16 senantiasa menggunakan verba-verba yang “menyiksa”, terutama menyiksa diiri saya dan siapa pun yang membaca dengan serius. Isi pokok buku ini sudah jelas tertera dalam label penerbitan yang diawali dengan kutipan UU RI No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 49 ayat (2), yang berbunyi “Profesor memiliki kewajiban khususnya untuk menulis buku dan karya ilmiah serta menyebarluaskan gagasannya untuk mencerahkan masyarakat”. Dalam alinea kedua PRAKATA-nya lebih tegas dinyatakan kepada siapa buku ini ditujukan. Kepada Anda! Ini dia kalimatnya “Mengingat kelompok yang paling dekat dengan kegiatan tulis-menulis ilmiah itu dosen dan guru yang mukim di jalur pendidikan formal, maka untuk merekalah terutama buku ini ditujukan.”
Adapun “Tujuh Hukum Besi dalam Menulis Karya Ilmiah” yang merupakan isi pokok buku ini adalah :
SATU : Berani menulis; dan memang langsung menulis (halaman 2).
DUA : Berani mengatasi rasa malu; sanggup memupukkehendak mau; mempercayai diri sendiri mampu (halaman 8).
TIGA : Melangkah! Melangkah mencari untukmendapatkan (halaman 12).
EMPAT : Proaktiflah! (halaman 19).
LIMA : Mencintai-mencintai ilmu Anda dan objek kajian ilmu Anda (halaman 20).
ENAM : Bersedia mematuhi dan berjalan menuruti proses (halaman 54).
TUJUH : Membiasakan diri teratur, jujur, menghargai (halaman 59).
Selanjutnya perkenankan saya mengutip sebagian kecil dari Bonus enam yang terdapat pada Wacana 16 yang bagi saya menjadi penting untuk saya pentingkan.
…………………………………………………………………………………………………….
“Saya perlu menyadari sesadar-sadarnya bahwa saya orang penting di hadapan anda; sungguh-sungguh penting. Mengapa? Karena saya mempunyai sesuatu yang saya yakini berharga yang dapat dan layak saya berikan kepada siapa saja yang mau dan merasa membutuhkan, termasuk anda. Sesuatu yang berharga itu apa? Ya ini semua, yang saya tulis ini; yang ada di hadapan anda saat ini. (Paham kan?) Penegasan ini bukan kesombongan. Penegasan ini adalah peyakinan bermata dua; membuat saya terlebih-lebih anda menjadi pribadi yang semakin tegak, tegap, dan tegar.
. . .
Hanya, saya sarankan anda jangan terpaku melulu pada pernyataan saya yang terkesankan besar mulut itu. [Ah, betapa beraninya menyatakan dirinya sendiri orang penting!) Bila saya katakan saya orang penting, logikanya pasti ada orang yang lebih penting. Ini logika degree of comparison menurut mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah lanjutan itu. Lalu siapa dia orang yang lebih penting itu? Orang yang lebih penting daripada saya itu tidak lain dan tidak bukan adalah anda; anda sendiri! Yakinlah, anda adalah orang yang lebih penting daripada saya.” (Dr. Sudaryanto, 2011:84-85)
………………………………………………………………………………………………………..
Akhirnya betul juga sangka saya; bahwa saya merasa lebih penting untuk meresensi buku ini. Meskipun demikian Andalah yang paling penting untuk segera mulai menulis. Tulis dan menulis.
Kegiatan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di Purworejo
Hari ini Senin, tanggal 27 Juni 2011 merupakan hari pertama kegiatan Peningkatan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah bagi Guru SMP Bidang Studi Bahasa Indonesia Se-Kabupaten Purworejo yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut direncanakan akan berlangsung selama dua hari yaitu Senin tanggal 27 sampai Selasa tanggal 28 Juni 2011 di Hotel Plaza Purworejo.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta terdiri dari perwakilan Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo. Dalam sambutannya Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Drs. Widada, M.Hum. menyampaikan bahwa inti dari kegiatan ini adalah Sosialisasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 khususnya tentang Bahasa dan Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia.
Sementara itu ketika membuka kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Drs. Bambang Aryawan, M.M. mengimbau agar peserta proaktif, karena berdasarkan pengalaman setiap ada kegiatan pelatihan semacam ini tidak ada tindak lanjut yang signifikan di antara para guru. Di samping itu beliau berpesan agar setiap guru melaksanakan lima tugas pokok guru, yaitu Merencanakan kegiatan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melaksanakan evaluasi pembelajaran, menganalisis hasil evaluasi, dan mengadakan tindak lanjut hasil evaluasi tersebut dengan sebaik-baiknya.
Dalam analisis hasil evaluasi sekaligus melaksanakan pendataan untuk menulis karya ilmiah.
Dalam kegiatan awalnya yaitu sosialisasi Undang-Undang Kebahasaan, Drs. Widada, M.Hum menekankan agar kita menjunjung tinggi Bahasa Indonesia. Sebagai contoh beliau menguraikan pasal 37 ayat 1 dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 yang berbunyi Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam informasi tentang produk barang atau jasa produksi dalam negeri atau luar negeri yang beredar di Indonesia.
Selasa, 21 Juni 2011
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH
BALAI BAHASA PROVINSI JAWA TENGAH
KERJASAMA DENGAN MGMP BAHASA INDONESIA SMP KAB PURWOREJO
DI HOTEL PLAZA PURWOREJO TANGGAL 27 – 28 JUNI 2011
NO NAMA UNIT KERJA
1 Sri Rahayu, S.Pd SMP Negeri 1 Purworejo
2 Siti Anifah, S.Pd SMP Negeri 2 Purworejo
3 Nurhidayati, S.Pd SMP Negeri 3 Purworejo
4 Adiyanto, S.Pd SMP Negeri 4 Purworejo
5 Siti Khiliyah, S.Pd SMP Negeri 5 Purworejo
6 Titi Tri Warsyanti, S.Pd SMP Negeri 6 Purworejo
7 Khususno, S.Pd SMP Negeri 7 Purworejo
8 Barmawi, S.Pd SMP Negeri 8 Purworejo
9 Drs. Setyoko Hadi SMP Negeri 9 Purworejo
10 Yuliyati, S.Pd SMP Negeri 10 Purworejo
11 R. Suharsa, S.Pd SMP Negeri 11 Purworejo
12 Zaedi, S.Pd SMP Negeri 12 Purworejo
13 Rukmo Wijayanti, S.Pd. SMP Negeri 13 Purworejo
14 Siti Murdiyanti, S.Pd. SMP Negeri 14 Purworejo
15 Riyadi, S.Pd. SMP Negeri 15 Purworejo
16 Onggo Sasono, S.Pd SMP Negeri 16 Purworejo
17 Sri Pamuji, S.Pd SMP Negeri 17 Purworejo
18 Endang Sri Wulan, S.Pd SMP Negeri 18 Purworejo
19 Tri Suryani, S.Pd SMP Negeri 19 Purworejo
20 Sugiyanto, S.Pd SMP Negeri 20 Purworejo
21 Poniman, S.Pd SMP Negeri 21 Purworejo
22 Ch.Sri Subekti, S.Pd SMP Negeri 22 Purworejo
23 Kongidah, S.Pd SMP Negeri 23 Purworejo
24 Johan Martono, S.Pd SMP Negeri 24 Purworejo
25 Sri Kusmini, S.Pd SMP Negeri 25 Purworejo
26 Muchib S.Pd SMP Negeri 26 Purworejo
27 Marzuki, S.Pd SMP Negeri 27 Purworejo
28 Drs. Maryanto SMP Negeri 28 Purworejo
29 Dra. Taslimah SMP Negeri 29 Purworejo
30 Siti Muwakidah, S.Pd SMP Negeri 30 Purworejo
31 Triyono, S.Pd SMP Negeri 31 Purworejo
32 Eko Wahyu Sejati, S.Pd SMP Negeri 32 Purworejo
33 Siti Aminah, S.Pd SMP Negeri 33 Purworejo
34 Tri Pujiarta, S.Pd SMP Negeri 34 Purworejo
35 Sri Utami, S.Pd SMP Negeri 35 Purworejo
36 Lestari Librawati, S.Pd SMP Negeri 36 Purworejo
37 Muryanto, S.Pd SMP Negeri 37 Purworejo
38 Siswondo, S.Pd SMP Negeri 38 Purworejo
39 Marwoto, S.Pd SMP Negeri 39 Purworejo
40 Sriyanto, S.Pd SMP Negeri 40 Purworejo
Selasa, 03 Mei 2011
Finalis Lomba Menulis Cerpen & Puisi SMP Kabupaten Purworejo Tahun 2011
1 Tiara Irmayanti Buih-Buih Semangatku SMP Negeri 18 Purworejo 850 peringkat 1
2 Ilham Maulana Ash Shiddieq Kuingin Ibu Tahu SMP Negeri 1 Purworejo 830 peringkat 2
3 Anis Yulita Tekad Seorang Anak Pemulung SMP Negeri 23 Purworejo 825 peringkat 3
4 Destha Ayu Anggraeni S. Keyakinan dalam Kejamnya Belantara SMP Negeri 23 Purworejo 770 peringkat 4
5 Yuni Suharyanti Semua Kulakukan Demi Cita-Citaku SMP Negeri 24 Purworejo 760 peringkat 5
6 Amma Rahmala Sari Semangat yang Tak Kunjung Padam SMP Negeri 3 Purworejo 740 peringkat 6
7 Ratih Kusumawardani Jangan Remehkan Restu Orangtua SMP Negeri 2 Purworejo 735 peringkat 7
8 Aliffa Yuli Restyana Dengan Bekal Buku dan Keuletan Kuraih Cita-Citaku SMP Negeri 3 Purworejo 730 peringkat 8
9 Nur Umi Chaeronisah Ku Ingin Seperti Dia SMP Negeri 5 Purworejo 720 peringkat 9
Finalis Lomba Menulis Puisi SMP
1 Ajie Pratama Sajak Selepas Fajar SMP Negeri 23 Purworejo 820 peringkat 1
2 Hilda Ayu Cahyaning P. Kemilau Gemilang SMP Negeri 24 Purworejo 795 peringkat 2
3 Nurul Khotimah Obor di Dada Menyatu Raga SMP Negeri 23 Purworejo 785 peringkat 3
4 Nela Ayu Ambarwati Semangatku Mencari Umu SMP Negeri 1 Purworejo 730 peringkat 4
5 Luthfika Prima Novirani Secercah Cita SMP Negeri 2 Purworejo 725 peringkat 5
6 Anteng Surani Jutaan Anak Manja Muncul di Dunia Katulistiwa SMP Negeri peringkat 3 Purworejo 720 6
7 Yudhawati Setiani Kerja Keras SMP Negeri 18 Purworejo 715 peringkat 7
8 Fatimah Trihani Astuti Padukan Tangan Perjuangan Belum Usai SMP Negeri 2 Purworejo 710 peringkat 8
9 Zuni Miftakhurrohmah Gelora di Dadaku SMP Negeri 2 Purworejo 705 peringkat 9
10 Hermin Wijayanti Meraih Mimpi SMP Negeri 15 Purworejo 700 peringkat 10
Selasa, 15 Maret 2011
Lomba Cipta Cerpen dan Cipta Puisi
I. TEMA LOMBA
Upaya pembentukan dan penguatan karakter anak bangsa melalui penghayatan
nilai-nilai budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat.
II. PESERTA LOMBA
Peserta lomba adalah siswa SMP, baik negeri maupun swasta, dengan syarat
sebagai berikut:
• Siswa kelas VII dan atau kelas VIII saat mengikuti lomba;
• Terpilih sebagai peserta terbaik berdasarkan seleksi di tingkat sekolah.
• Setiap sekolah diperbolehkan mendaftarkan 2-3 peserta terbaik
(laki-laki/perempuan) setelah melalui proses seleksi di tingkat sekolah;
• Pendaftaran peserta dilakukan mulai tanggal 28 Maret s.d. 2 April 2011
dengan cara mengirim naskah cerpen dan puisi, dengan menyertakan surat
keterangan dari kepala sekolah, foto kopi rapor semester terakhir sebanyak
1 lembar yang telah dilegalisasi oleh kepala sekolah, dan persyaratan lain
yang telah ditentukan.
• Pengiriman naskah ditujukan kepada :
1. Bp. Nur Sodiq (SMP Negeri 5 Purworejo);
atau
2. Ibu Siti Aminah (SMP Negeri 33 Purworejo)
III. PERSYARATAN NASKAH
• Cerpen dan puisi ditulis dalam bahasa Indonesia;
• Cerpen dan puisi harus asli, bukan terjemahan/saduran,
dan belum pernah dilombakan/ dipublikasikan;
• Isi cerpen dan puisi sesuai dengan tata nilai agama dan norma
kehidupan dalam masyarakat;
• Cerpen ditulis rapi dalam kertas bergaris sebanyak 1.000 – 1.200 kata
atau 5-6 halaman; sedangkan puisi sebanyak 1 – 2 halaman.
• Sampul depan diberi identitas seperti berikut ini:
1) Judul Cerpen/Puisi
2) Nama siswa
3) Jenis kelamin
4) Tempat dan tanggal lahir
5) Kelas
6) Sekolah
7) Alamat sekolah, kode pos, dan telepon
8) Alamat rumah, kode pos, dan telepon
9) email
IV. ASPEK PENILAIAN
A. CERPEN
1 Kesesuaian isi dengan tema bobot 1
2 Struktur pengisahan dan bahasa bobot 4
3 Isi bobot 3
4 Keaslian dan kreativitas bobot 2
B. PUISI
1 Kesesuaian isi dengan tema bobot 1
2 Pemakaian bahasa dan sarana retorika bobot 4
3 Isi/makna bobot 3
4 Penyajian dan kreativitas bobot 2
V. JURI
• Dewan juri terdiri atas 3 orang yang dinilai memenuhi syarat,
yaitu minimal sarjana pendidikan bahasa atau praktisi yang
berkompeten, pernah menjadi juri sekurang-kurangnya pada tingkat
rayon, dan mampu bersikap adil (independen).
• Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat digugat.
VI. SELEKSI LANJUTAN
• Hasil seleksi naskah cerpen dan puisi akan diumumkan secara
tertulis melalui subrayon masing-masing.
• Sepuluh peserta terbaik akan dipanggil untuk mengikuti
seleksi lanjutan yang akan dilaksanakan pada hari Senin,
tanggal 11 April 2011 di SMP Negeri 33 Purworejo.
Selasa, 18 Januari 2011
Bedah SKL UN Bahasa Indonesia
Dengan beredarnya Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Ujian Nasional (UN) tahun 2011 yang ditetapkan BSNP guru dapat mempersiapkan diri sejak dini membimbing peserta didik dalam rangka menghadapi Ujian Nasional. Wujud pembimbingan itu pun bisa juga dengan mengadakan Tes Uji Coba (TUC) Ujian Nasional sebagaimana yang saat ini sedang dilaksanakan di Kabupaten Purworejo khususnya tingkat SMP.
Sebagaimana latar belakang kurikulum standar isi mengamanatkan bahwa bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.
soal nomor 3 Paket A atau soal nomor 10 Paket B UN tahun 2009
B. apa, mengapa, siapa apa, bagaimana, siapa
C. siapa, mengapa, kapan di mana, siapa, apa
D. siapa, bagaimana, di mana mengapa, kapan, siapa
soal nomor 5 Paket A atau soal nomor 2 Paket B UN tahun 2010
B. apa, berapa, kapan kapan, di mana, bagaimana
C. berapa, di mana, kemana kenapa, kapan, siapa
D. berapa, mengapa, kapan bagaimana, apa, kapan
Selanjutnya penulis mengamati pula SKL nomor 5 pada UN tahun 2011 berbunyi “menentukan perbedaan penyajian berita”, yang di Kabupaten Purworejo telah diujicobakan dengan soal sebagai berikut.
b. apa, berapa, kapan kapan, di mana, bagaimana
c. berapa, di mana, kemana kenapa, kapan, siapa
Di samping kesulitan menerapkan pembeda berdasarkan jumlah kalimat, juga terdapat sisi sulit menerapkan kata tanya yang tepat pada awal, tengah, atau pun akhir paragraf. Misalnya kata “apa” yang dalam bahasa Indonesia mengacu pertanyaan yang jawabannya ‘sesuatu/benda’ atau kata “berapa” yang dalam bahasa Indonesia mengacu pertanyaan yang jawabannya ‘jumlah’ tetapi dalam teks tidak terdapat tanda-tanda ‘benda’ atau ‘jumlah’ tersebut karena terurai dalam larik kalimat yang panjang dan membingungkan.
Perlu kiranya langkah praktis agar soal UN disusun berdasarkan penalaran logis yang lebih praktis, terutama terkait SKL nomor 5 pada UN tahun 2011 ini, agar lebih terukur kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Langkah praktis tersebut misalnya bentuk penyajian Teks 1 maupun Teks 2 sama-sama terdiri dari tiga kalimat dengan unsur pembeda pada pilihan jawaban juga tiga, sehingga lebih sinkron dan menjadi perwujudan yang konsisten dari SKL yang bersangkutan.
Sabtu, 15 Januari 2011
Info Seminar
Dalam rangka memperingati Dwidasawarsa SMP Negeri 30 Purworejo, akan diselenggarakan seminar sehari dengan tema "Meningkatkan Profesionalitas Guru melalui Pendidikan Berkarakter dan Berbudaya Bangsa".
Narasumber :
1. Drs. Bambang Aryawan, M.M. (Kepala Dinas P dan K Kab.Purworejo)
2. Drs. H. Ahmad Kasinu, M.Pd. (Kabid Dikdas Dinas P dan K Kab.Purworejo)
3. Dra. Dwi Endah Prihatiningsih (Guru SMPN 30 Purworejo)
Moderator:
1. Drs. Sunaryo, M.Pd. (Pengawas SMP Dinas P dan K Kab.Purworejo)
2. Drs. M. Djamal, M.Pd. (Pengawas SMP Dinas P dan K Kab.Purworejo)
Waktu dan Tempat:
Kegiatan seminar akan diselenggarakan pada :
- hari : Minggu
- tanggal : 30 Januari 2011
- waktu : pukul 07.00 - 13.00 WIB
- tempat : SMP Negeri 30 Purworejo
Waktu Pendaftaran:
Pendaftaran peserta dimulai tanggal 15 Januari 2011 dan ditutup tanggal 27 Januari 2011 setiap hari dalam jam kerja sekolah di SMP Negeri 30 Purworejo. (Desa Wingkotinumpuk, Ngombol, Purworejo).
Biaya:
Setiap peserta dikenakan kontribusi Rp 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah).
Fasilitas:
Setiap peserta akan mendapatkan makalah, snack, dan sertifikat.
Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan di tempat pendaftaran.
Contact Person: Endang Wahyundari, S.Pd. (082136594436)
Senin, 22 November 2010
Sinergi Pusat-Daerah Penting dalam Pendidikan
Sajak Batang Pisang
Sajak Batang Pisang (II)
geriap mata hitung sinis dan garang
pedang-pedang nyali menerjang
berbondong bondong menyayat
luka demi luka.
luka
demi luka
abadi di dalam
dalam abadi
nganga lukaku tak lagi bernilai ulang
panjang karibku takjuga berjabat silang
sajak batang pisang
diriku semata wayang
Selasa, 02 November 2010
Profesionalisme Kepala Sekolah Ditingkatkan
Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional Baedhowi mengatakan, terdapat korelasi langsung antara kompetensi kepala sekolah dengan pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. "Jika kualitas kompetensi kepala sekolah tinggi maka ada korelasi yang bagus dalam melaksanakan proses pembelajaran," katanya saat memberikan keterangan pers tentang implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendikasn) No.28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru menjadi Kepala Sekolah di Kemdiknas, Jakarta, Jumat (29/20).
Kamis, 21 Oktober 2010
Menyongsong Bulan Bahasa 2010
Menyongsong Bulan Bahasa dan Sastra 2010
Setiap memasuki bulan Oktober, ingatan kolektif bangsa kita tertuju pada sebuah suasana heorik ketika kaum muda kita pada tahun 1928 mengikrarkan Sumpah Pemuda. Salah satu butir penting yang diikrarkan, yakni menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Sebuah ikrar penting dan strategis yang dilandasi sikap patriotik di tengah situasi represif yang terus dihembuskan oleh kaum kolonial pada zamannya, hingga akhirnya Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi.
Untuk mewarisi semangat patriotik para pendahulu negeri sekaligus menumbuhkembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi, bulan Oktober akhirnya ditetapkan sebagai Bulan Bahasa. Pada tahun ini, Pusat Bahasa sebagai "dapur" pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia, telah menetapkan sejumlah agenda yang diharapkan makin mampu menumbuhsuburkan perkembangan Bahasa dan Sastra Indonesia di tengah perkembangan dan dinamika zaman yang terus bergerak menuju pusaran dan arus global. Tema yang diusung pada Bulan Bahasa dan Sastra 2010 adalah "Pembentukan Karakter Bangsa melalui Peningkatan Kualitas Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah".
Beberapa agenda yang digelar dilatarbelakangi oleh sebuah pemikiran bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki keragaman etnik dan budaya. Salah satu di antaranya adalah keragaman bahasa dan sastra. Keragaman bahasa dan sastra di Indonesia sungguh menjadi kekayaan yang tidak ternilai harganya. Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (2008) yang baru menggambarkan keragaman bahasa di sekitar 80% wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia telah mengidentifikasi tidak kurang dari 442 bahasa daerah di Indonesia. Jumlah itu tentu akan bertambah apabila wilayah yang belum diteliti itu berhasil dipetakan secara utuh.
Bertolak dari keragaman itu, bangsa Indonesia menjadi lebih paham akan arti persatuan. Meskipun beragam-ragam latar bahasanya, bangsa Indonesia terhubung satu sama lain melalui bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Meskipun penggunaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia cenderung tergusur oleh pemakaian bahasa asing, bahasa Indonesia masih tetap memegang fungsinya sebagai sarana komunikasi yang menyatukan bangsa Indonesia. Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana mengelola kekayaan itu agar dapat dimaksimalkan manfaatnya untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Seirama dengan dinamika bahasa Indonesia itu, sastra di Indonesia juga membentuk dinamika tersendiri yang pada akhirnya dapat mencuatkan nilai keragaman budaya Indonesia yang membentuk jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Dalam rangka itu, Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional akan menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra 2010 dengan memperluas cakupan program. Sesuai dengan kenyataan bahwa media komunikasi sudah begitu canggih dan bahasa Indonesia juga dipelajari di banyak negara, mulai tahun 2009 Bulan Bahasa dan Sastra juga melibatkan peserta BIPA dari berbagai negara dan para pengguna media yang canggih itu.
Bulan Bahasa dan Sastra 2010 melibatkan masyarakat luas, tidak hanya siswa, mahasiswa, guru, dan dosen, tetapi juga peserta program BIPA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia serta masyarakat umum. Beberapa kegiatan diadakan untuk ajang berkarya atau berekspresi, beberapa kegiatan yang lain dirancang untuk memberikan penghargaan. Kegiatan pokok yang diangkat berupa lomba, sayembara, festival, penghargaan, pementasan, dan layanan.
Berikut ini adalah beberapa agenda yang diangkat pada Bulan Bahasa dan Sastra 2010.
- Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan
- Sayembara Penulisan Esai Sastra
- Sayembara Penulisan Naskah Drama
- Sayembara Penulisan Cerita Rakyat
- Sayembara Penulisan Cerpen Remaja
- Sayembara Cipta Puisi Remaja
- Lomba Pembuatan Blog Kebahasaan dan Kesastraan
- Gerakan Cinta Bahasa Indonesia (GCBI)
- Parade Mural Kebahasaan dan Kesastraan
- Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa
- Bengkel Sastra
- Pentas Sastra
- Festival Musikalisasi Puisi
- Kuis Tiara Bahasa
- Debat Bahasa
- Duta Bahasa
- Layanan dan Pameran Kebahasaan
- Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA
Puncak peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2010 akan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2010. Pada acara itu akan dilaksanakan penyerahan hadiah, pementasan, dan persembahan karya kreatif kebahasaan dan kesastraan.
Informasi lengkap setiap kegiatan dapat dibaca dalam edaran khusus kegiatan itu. Informasi juga dapat diperoleh di balai/kantor bahasa terdekat atau panitia pusat dengan alamat berikut.
Seksi Humas dan Protokol
Panitia Pusat Bulan Bahasa dan Sastra 2010
Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional
Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun
Jakarta Timur 13220
Telepon , 4706287, 4706288,
Faksimile
Pos-el: bbspusat@gmail.com, bbspusat@yahoo.com
Laman: www.pusatbahasa.kemdiknas.go.id/
Berkas-berkas yang terkait dengan agenda Bulan Bahasa dan Sastra 2010 dapat diunduh pada link-link berikut ini!
- a. Penulisan Proposal – BBS 2010_hal1.pdf
- b. Penulisan Proposal – BBS 2010_hal2.pdf
- Sayembara Penulisan Esai-BBS 2010.pdf
- Sayembara Penulisan Naskah Drama-BBS 2010.pdf
- Brosur Cerita Rakyat 19810_update.pdf
- sayembara cerpen remaja-BBS 2010.pdf
- Cipta Puisi Remaja-BBS 2010.pdf
- Blog-BBS 2010.pdf
- Bengkel Sastra-BBS 2010.pdf
- Festival Musikalisasi Puisi-BBS 2010.pdf
- Kuis Tiara Bahasa-BBS 2010.pdf
- Debat Bahasa 19810_update.pdf
- Pemilihan Duta Bahasa-BBS 2010.pdf
- Edaran Lomba BIPA-BBS 2010.pdf
Informasi selengkapnya dapat dlihat di Laman Pusat Bahasa. Selamat berkompetisi, semoga sukses! Dirgahayu Bangsa, Tanah Air, dan Bahasaku! ***
Sumber : http://mgmpbismp.co.cc/
Selasa, 19 Oktober 2010
Ujian Nasional Akan Tetap Dijalankan
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan kepada Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), untuk mengevaluasi Ujian Nasional (UN) 2010. Menindaklanjuti instruksi tersebut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, telah melaksanakan berbagai analisis dan langkah konkret yang dianggap perlu.
"Sudah dilakukan beberapa analisa terhadap posisi UN baik dari sisi kedudukan hukum, landasan filosofis, landasan pedagogis, juga berbagai data-data empiris tentang apa yang dilakukan negara-negara disekitar kita dan di dunia dengan mengambil data-data UNESCO, dan atase pendidikan dan kebudayaan kita di 14 negara," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat rapat dengan Komisi X DPR RI, Komite Sekolah, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan perwakilan perguruan tinggi , di Hotel Nikko Jakarta, Jumat (15/10).
Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, baik Komisi X DPR RI, BSNP, Komite Sekolah, dan Perguruan Tinggi, menganggap UN masih perlu dilakukan, sampai ditemukan formula baru untuk mengevaluasi pembelajaran. Dalam rapat tersebut, Ketua Panitia Kerja Komisi X DPR RI Ruli Choirul Azwar melemparkan tiga opsi pelaksanaan UN kepada forum.
Opsi yang pertama, UN jalan terus,dan dianggap tidak ada masalah dalam penyelenggaraannya. Namun jika hal tersebut yang dilakukan, maka UN akan tetap menjadi kontroversi, sepanjang mutu pendidikan belum seragam, dan pelaksanaannya yang serentak itu belum menjamin adanya pengawasan yang baik dan tidak menimbulkan kecurangan.
Opsi yang kedua, UN bisa berjalan seperti sekarang, dengan syarat penyempurnaan terhadap beberapa hal yang mampu mengatasi faktor ketidakadilan akibat standar mutu pendidikan yang beragam. "Bagaimana formulanya kita cari nanti, begitu juga faktor penyelenggaraan yang menimbulkan kecurangan, akan menyempurnakan kebijakan-kebijakan UN ini," kata Ruli.
Kelemahannya, menurut Ruli, memang sulit mencari solusi atau formula yang bisa mengatasi masalah UN sebagai penentu kelulusan. Atau, bagaimana mencari model pengawasan yang efektif, apa penyelenggaraan yang bisa di ubah, atau apakah pengawasannya bisa dilakukan melibatkan unsur independen.
Opsi yang ketiga, UN dapat dilanjutkan, tetapi hanya untuk pemetaan standar mutu pendidikan. Bukan sebagai penentu kelulusan. Namun jika UN hanya dilakukan sebagai cara untuk memetakan standar mutu pendidikan, menurut Rektor Universitas Negeri Medan Syawal Gultom, hanya akan menghabiskan uang negara saja.
Karena menurutnya, tidak akan ada semangat juang siswa dan guru dalam menghadapi UN. Syawal mengatakan, saat ini semua pihak harus berjuang untuk melaksanakan UN yang kredibel, dan bukan lagi mempertanyakan UN berlawanan dengan UU atau tidak. "Tidak mungkin UN itu bertentangan dengan hakikat pendidikan, UU yang ada. Kalau ada, itu pelaksanaannya yang tidak sempurna ," kata Syawal.
Berbicara mengenai UN, sebagai representasi yang bersentuhan langsung ke pemangku kepentingan sekolah, wakil dari Komite Sekolah Bambang Sutomo mengatakan, dinamika semangat belajar meningkat signifikan. Memang baru menonjol pada kelas-kelas akhir, karena kelas akhir fokus pada menghadapi UN. "Ini hal yang positif, untuk konsentrasi proses peningkatan semangat itu, kami dihadapkan pada permintaan siswa itu sendiri untuk membentuk kelompok belajar," kata Bambang. Dampak positif yang lain dengan adanya UN adalah orang tua dituntut memberi perhatian.
Bambang akan tetap mendukung pelaksanaan UN, karena masih menjadi sarana evaluasi. "Jadi sebelum ada metode evaluasi yang lebih baik, kenapa kita harus meniadakan UN. Dan kami siap mengawal berjalannya UN," kata Bambang.
Kurikulum satuan pendidikan yang dikembangkan di Indonesia sudah sesuai dengan Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19. UU tersebut memuat standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sehingga, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada dasarnya merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Oleh karena itu, assessment/penilaian berfungsi untuk mengetahui standar kompetensi mana yang dimiliki oleh peserta didik atau yang belum dimiliki.
Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan, informasi mencapai standar kompetensi diperoleh melalui pengukuran/pengujian. Pengukuran/pengujian informasi diperoleh dengan melalui tes/ujian. Ada ujian sekolah, ada UN. Sedangkan akuntabilitas sekolah bisa dilihat dari kompetensi yang dimiliki peserta didik, apa betul sekolah itu sudah melakukan fungsinya dalam melakukan proses pembelajaran. Kemudian, akuntabilitas kompetensi yang dimiliki peserta didik dalam pelajaran tertentu, pendidik juga bertanggung jawab. "Oleh karena itu perlu penilaian yang sistematis mengikuti prosedur yang baku. Kemudian assessment yang kita harapkan menggunakan aturan acuan kriteria, karena kurikulumnya berbasis kompetensi," kata Djemari.
Djemari menambahkan, standar nasional pendidikan merupakan kompetensi minimal yang harus dimiliki peserta didik. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat kompetensi peserta didik, apa betul sudah mencapai kompetensi minimal itu. Jika belum, lakukan program perbaikan. Ini prinsip dari kurikulum berbasis kompetensi. (aline)
Sumber : Laporan Ahmad Dj' http://www.kemdiknas.go.id
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/10/un.aspx
Jumat, 08 Oktober 2010
Workshop Penguatan Tim Pengembang Kurikulum Prov. Jateng
Sumber : http://mgmpbismp.co.cc
Tujuan penyelengaraan workshop, antara lain (1) menyamakan persepsi penyelenggaraan PBKB serta pendidikan nasionalisme dan kebangsaan; (2) memberikan pemahaman dalam menerapkan pendekatan pembelajaran aktif yang menekankan pada pengembangan pendidikan karakter, kewirausahaan, serta ekonomi kreatif yang terintegrasi dalam KTSP; dan (3) memberikan pengetahuan tentang sekolah rintisan implementasi PBKB, sekolah piloting pembinaan nasionalisme melalui jalur pendidikan.
Secara teknis, pendidikan budaya dan karakter bangsa diartikan sebagai proses internalisasi serta penghayatan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dilakukan peserta didik secara aktif dibawah bimbingan guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan serta diwujudkan dalam kehidupannya di kelas, sekolah, dan masyarakat. Dalam konteks demikian, karakter tidak cukup sekadar diajarkan, tetapi justru perlu ditularkan melalui keteladanan.
…. proses internalisasi pendidikan budaya dan karakter ke dalam institusi pendidikan di tengah rumit dan kompleksnya persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan justru perlu dimaknai sebagai cara Tuhan untuk meningkatkan derajat dan kualitas hidup bangsa kita.Dengan nada optimis, Pak Zul, demikian kami menyapanya, mengungkapkan bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian yang melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Artinya, setiap manusia memiliki “fitrah” potensial untuk mengatasi setiap masalah yang dihadapi. Semakin rumit dan kompleks persoalan yang dihadapi akan semakin teruji dan kian berkualitas pula kehidupan seseorang. Berkaitan dengan proses internalisasi pendidikan budaya dan karakter ke dalam institusi pendidikan di tengah rumit dan kompleksnya persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan justru perlu dimaknai sebagai cara Tuhan untuk meningkatkan derajat dan kualitas hidup bangsa kita.
“Yang perlu terus didorong adalah membangkitkan kekuatan internal untuk memberikan tekanan yang lebih kuat sehingga kekuatan eksternal yang negatif bisa teratasi,” tegas alumnus Curtin University of Technology Perth, Australia (1997) itu. Ia mencontohkan, ketika seseorang sering menggunakan kata penghubung “tetapi” setiap kali menghadapi masalah, yang terjadi kemudian adalah sikap gampang menyerah dan mudah patah arang. “Gunakan kata walaupun, untuk memperkokoh kekuatan internal dari dalam diri kita,” lanjutnya.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa, tetapi kekerasan dan korupsi yang terjadi di luar sana begitu merajalela, sehingga kami tak mungkin sanggup untuk membangun karakter dan kepribadian siswa yang tangguh”.
Kami akan terus berusaha menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa, walaupun kekerasan dan korupsi yang terjadi di luar sana begitu merajalela!Contoh ungkapan semacam itu, dalam pandangan Pak Zul, akan makin mengendurkan semangat kita untuk membangun peradaban bangsa yang lebih bermartabat. Alangkah inspiratifnya jika ungkapan tersebut diubah menjadi: “Kami akan terus berusaha menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa, walaupun kekerasan dan korupsi yang terjadi di luar sana begitu merajalela!” Ungkapan tersebut, menurutnya, akan mampu memberikan spirit bagi pendidik untuk membangun karakter generasi masa depan yang tangguh.
Ya, ya, sebuah pernyataan sikap yang sederhana, tetapi penuh makna. Setidaknya, ada 18 pendidikan budaya dan karakter bangsa yang perlu ditanamkan kepada peserta didik melalui bangku pendidikan, sebagaimana tergambar dalam tabel berikut:
| No. | Nilai | Deskripsi |
| 1 | Religius | sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain). |
| 2 | Jujur | perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. |
| 3 | Toleransi | Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. |
| 4 | Disiplin | tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. |
| 5 | Kerja Keras | perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. |
| 6 | Kreatif | berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. |
| 7 | Mandiri | sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. |
| 8 | Demokratis | Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. |
| 9 | Rasa Ingin Tahu | Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar. |
| 10 | Semangat Kebangsaan | Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. |
| 11 | Cinta Tanah Air | Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. |
| 12 | Menghargai Prestasi | Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. |
| 13 | Bersahabat/Komunikatif | Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. |
| 14 | Cinta Damai | Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. |
| 15 | Gemar Membaca | Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. |
| 16 | Peduli Lingkungan | Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. |
| 17 | Peduli Sosial | Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. |
| 18 | Tanggung-jawab | Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa. |
Semoga upaya mulia untuk membangun generasi masa depan yang berkarakter dan berkepribadian kuat benar-benar bisa terwujud. Tetap semangat dan salam peduli anak bangsa! ***
Sumber: Workshop Penguatan Tim Pengembang Kurikulum Prov. Jateng | MGMP BAHASA INDONESIA SMP http://mgmpbismp.co.cc/2010/10/07/workshop-penguatan-tim-pengembang-kurikulum-prov-jateng/








