Minggu, 01 November 2009

Resensi Buku



Judul Buku : KAKILANGIT KESUMBA
Penulis            : Ambarwati, dkk..
Penyunting     : Soekoso DM & Maskun Artha
Penerbit          : Kelompok Peminat Seni Sastra KOPISISA Purworejo
Tahun Terbit  : Oktober 2009
Tebal Buku     : 88 halaman



Buku ini diterbitkan secara khusus untuk menandai Ulang Tahun ke-30 Kelompok Peminat Seni Sastra KOPISISA Purworejo, sekaligus untuk mendokumentasikan karya penyair-penyair Purworejo. Dengan dibubuhi pesan selintas dari (Plt) Bupati Purworejo dan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Purworejo kehadiran buku ini menyiarkan semboyan KOPISISA Purworejo yaitu “seni mengutuhkan hidup manusia, sastra memperluas cakrawala”
Secara garis besar, buku ini merupakan antologi (kumpulan puisi) yang ditulis oleh 26 penyair asal kota Purworejo masing-masing dengan 3 puisi pilihannya. Adapun, isi puisi-puisi pada Kakilangit Kesumba sebagaimana telaah & kesan sekilas Atas Danusubroto pada halaman akhir buku saya nukilkan sebagian berikut : “… Ketika saya berusaha masuk ke KAKILANGIT KESUMBA, ternyata di sana terlihat seperti warna-warna pelangi. Warna-warna itu membentuk deretan panjang dan melengkung. Sedang pada setiap warna akan terbaca nuansa kegundahan, kecemasan, kekhawatiran, keprihatinan dan sekaligus warna tentang harapan. Kemudian warna-warna itu menyentuh Tuhannya, bangsanya, kebudayaan bangsanya, warna cintanya. Sedang warna-warna itu kian dipahami akan terpantul dan tampak sangat nyata. …”  
Buku ini telah diluncurkan di Purworejo pada tanggal 28 Oktober 2009 dengan mengundang berbagai kalangan atara lain dari unsur pemerintahan, pers, sastrawan, ahli sastra, tokoh-tokoh pendidikan, dan tokoh-tokoh masyarakat.
Apapun isi buku ini telah diluncurkan, sehingga akan mewarnai sastra lokal maupun nasional, utamanya mendukung pengajaran sastra lokal di sekolah menengah khususnya di Kabupaten Purworejo.
Untuk mendapatkan buku ini dapat menghubungi Radio Irama FM Jln. A. Yani 13 Purworejo 54111
atau  ke Gg. Potrowijayan I No. 6-A Pangenrejo, Purworejo 54115 Telp (0275) 322650.


Seminar Pendidikan


Refleksi Seminar Pendidikan Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia - Agupena - Cabang Purworejo.

Di balik seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia - Agupena - Cabang Purworejo pengurus bermaksud membentuk forum presentasi resmi untuk wadah kegiatan ilmiah guru khususnya di Kabupaten Purworejo. Peserta seminar yang berjumlah 168 orang memang datang dari berbagai kalangan/penjuru dan berbagai alasan kedatangannya. Ada peserta yang datang karena tertarik akan tema seminar "SOLUSI MENCAPAI GOLONGAN IV/b DENGAN MUDAH PELUANG BAGI GURU PROFESIONAL", ada yang datang sebagai perutusan guru berprestasi tiga tahun terakhir, ada yang datang sekedar mewakili kepengurusan organisasi - MGMP -, ada lagi yang datang hanya karena secara kolektif didaftarkan dari pihak sekolah, dan tidak sedikit pula yang datang atas kemauan sendiri, biaya sendiri, demi peningkatan keterampilan menulis makalah ilmiah.
Apapun alasan yang mereka bawa ke forum ini, bukanlah sebuah dilema bagi forum, sebab yang terpenting adalah langkah berikutnya manakala kepedulian terhadap kalangan guru ini dapat terwujud yaitu membentuk forum presentasi resmi bagi makalah guru yang kelak akan dijadikan sebuah rutinitas pengembangan profesi.
Sebagai pertimbangan pula bahwa pada penutupan kegiatan seminar di SMA Negeri 2 Purworejo di Kutoarjo itu telah dilontarkan gagasan pembentukan forum presentasi resmi karya ilmiah guru Purworejo untuk penetapan kualitas makalah, editing, dan pembahasan dengan menghadirkan nara sumber yang berkompeten. Lontaran pembentukan forum presentasi makalah ilmiah ini pun seperti mengejutkan peserta seminar, yang relatif masih ragu-ragu menanggapinya. Terlebih lagi ketika ditawarkan siapa 3 orang presenter pertama yang akan maju dalam 3 bulan mendatang mempresentasikan karya ilmiahnya, tidak satu pun yang tercatat dengan pasti.
Sepulang dari forum seminar ini pun saya (secara pribadi) mencoba menganalisis situasi ini di rumah. Barangkali memang masih perlu kepastian wacana pembentukan forum presentasi ini secara detil termasuk tujuan, dampak positif dan efektivitasnya. Sebut saja hal ini membutuhkan biaya, membutuhkan ketekunan kerja, membutuhkan apa dan apa lagi. Dan yang pasti sesuai misi AGUPENA sebagai organisasi nonprofit tentu pembiayaan ditanggung sendiri.
Dapat diprediksi bahwa dari 168 peserta belum ada 10% yang datang dengan maksud ikut aktif membentuk forum presentasi karya ilmiah. Inilah agaknya mengapa ketika dilontarkan sebuah gagasan pembentukan forum presentasi resmi untuk makalah ilmiah para guru, belum mendapatkan tanggapan yang pasti dari seluruh peserta seminar.
Marilah kita pikirkan terlebih dahulu, tetapi siapa yang harus memikirkan ? Marilah kita kaji ulang, tetapi siapa yang harus mengaji ulang ? Marilah kita laksanakan saja, tetapi siapa yang akan melaksanakan ?
Banyak pertanyaan yang menggeliat di benak saya (secara pribadi) untuk mendaftar peserta yang memang siap aktif secara pribadi mencari solusi dengan membentuk forum presentasi makalah ilmiah. Meski hal ini akan membutuhkan pengorbanan yang ekstra dari rekan-rekan guru antara lain pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya, dengan serta merta mencari dokungan solusi dari berbagai kalangan (pejabat-misalnya kepala sekolah) setidaknya akan memberi langkah awal pengembangan profesi guru yang berakar dari guru itu sendiri.
Sebagai penutup tersirat harapan pengurus AGUPENA Cabang Purworejo agar seluruh guru di Purworejo dapat "go" "blog" serta senantiasa mengakrabkan diri dengan berkomunikasi, berbagi solusi sebagaimana tersurat dalam visi AGUPENA Cabang Purworejo "berbagi kreativitas dalam pembelajaran".